Showing posts with label beasiswa. Show all posts
Showing posts with label beasiswa. Show all posts

Wednesday, August 26, 2015

Pengalaman OUSSEP 2013 JASSO Scholarship + Langkah Mendapatkan LoA

Paspor baru sudah di tangan, Certificate of Eligibility (CoE) akan terbang dari Jepang ke rumah, dan InsyaAllah akan sampai dalam beberapa hari. Tepat satu bulan lagi dari hari ini, InsyaAllah saya sudah akan berada di Jepang lagi. Negara yang dulu sewaktu kecil selama bertahun-tahun jadi negara idola saya, karena budayanya, teknologinya, dan ntah ada faktor x apa yg buat saya jatuh cinta. Terutama dulu fall in love sama dunia entertainmentnya mulai dari anime, manga, J-pop, sampai dorama. Kalau diingat, kesukaan itulah dimana permulaan saya berniat untuk pergi ke Jepang, melangkahkan kaki disana, menghirup udara lokal disana, dan merasakan sendiri pengalaman kehidupan disana. Dengan ditambah poin positif (karena saya anak yang baik hati dan tidak bandel:p) yaitu belajar dan gratis, jadilah cita-cita saya adalah agar bisa sekolah dengan beasiswa ke Jepang.

Dan Alhamdulillah, ngga pernah cukup berterimakasih pada Allah, cita-cita tersebut sudah terwujud 2 tahun lalu, 28 September 2013.  Saya bisa ke Jepang, untuk belajar, dan juga hampir full gratis. Walaupun banyak halang rintangnya, Alhamdulillah semua terlewati. Dan itulah mengapa saya akan membagi pengalaman saya 2 tahun lalu itu, sekarang. Basi? memang, tapi pengalaman 2 tahun yg superb itulah sebenarnya jalan saya juga untuk dapat menjadi penerima Beasiswa S2 dari Inpex Foundation tahun 2015 ini.

Fall, 2013, Suita, Osaka.

Kesempatan 6 bulan disana (28 September 2013 sampai 27 Februari 2014) yang lalu adalah dalam rangka student exchange program OUSSEP dari Osaka University. OUSSEP sendiri ialah Osaka University Short-term Student Exchange Period, dimana Osaka University (OU) bekerjasama dengan banyak Universitas dari berbagai negara di dunia untuk mengirim mahasiswanya merasakan pengalaman belajar di OU selama 6-12 bulan. Dengan Indonesia, universitas yang bekerjasama ialah UGM dan ITB.

Saya, yang memang sering coba coba, iseng berhadiah mengenai studi di luar negeri tentu mendaftar saat ada iklan mengenai student exchange ini. Apalagi ini adalah cita-cita saya yang waktu itu belum kesampean. Toh karena sudah sering urus berkas sana-sini, tulis essay, kirim paket form keluar negeri, saya sudah terbiasa. Satupun saya ngga pernah lolos saat coba-coba daftar, tapi saya ngga pernah kapok, toh karena sudah kebiasaan, jadinya santai saja.

Saya ingat pertama kali SMP, mencoba daftar sekolah ke Singapura, ditolak. Lalu SMA, mencoba ikut Monbukagakusho yang memang legit untuk S1 di Jepang , juga ditolak. Saat kuliah pun beberapa kali coba ikut semacam international conference, summer class, english school, of course di luar negeri, sejauh ingatan saya ngga ada pengalamannya yg ada di ingatan saya (yaiyalah wong ga diterima :p) Tapi itulah mungkin jalannya. Jalan ceritanya dari Allah, saya harus kuliah di Arsitektur UGM dulu. (Arsitektur selalu jurusan pilihan pertama saya, dimanapun tempatnya, tapi saya memang punya target untuk sekolah di univ negeri dengan alasan link yang besar ke luar negeri)

Karena kuliah di Arsitektur UGM, saya dan satu teman sekelas saya bisa berangkat OUSSEP. Karena, link dosen Arsitektur UGM sangat kuat terhadap OU (saya dapat info ini dari Pak Dosen tercinta, Pak Yoyok, yang bantu kami banyak waktu itu). Jadi waktu itu pendaftarannya dilakukan internal di Jurusan, dengan form, essay, research plan, dan juga interview. Hebatnya, yang mendaftar hanya 4 orang saja, dan semuanya satu kelas dengan saya. Dan pada akhirnya memang 3 orang akan terpilih. Jadi kemungkinan besar memang akan terpilih sih.

Dan Iya, saya terpilih diantara 3 orang tersebut. Setelah itu kami disibukan mengisi form dari OU yang lebih lengkap, juga essay dan research plan yang lebih mendetil, dan juga persetujuan penerimaan oleh salah satu supervisor laboratory di OU. Disini sama saja seperti proses dari awal mencari jurusan/lab untuk mendapatkan LoA (Letter of Acceptance). So, karena juga banyak yang menanyakan soal ini sebelumnya, disini saya akan berbagi sedikit tips,

Langkah-langkah mendapatkan LoA :

  1. Cari tahu minat yang spesifik di bidang/jurusanmu.
  2. Cari melalui google atau browser lainnya mengenai Univ-univ di jepang dan jurusannya yang sesuai minatmu.
  3. List beberapa dosen dan laboratori yang kamu minati.
  4. Pelajari baik baik mengenai lab mereka dan pilih 3 minat teratas. Cari info kontak prof nya dari profil univ/jurusan. Biasanya email univ prof ada di webnya.
  5. Satu dosen yang paling kamu favoritkan, email langsung ke beliau dengan isi maksud tujuan kamu bahwa berminat melanjutkan pendidikan di lab beliau. (proses PDKT)
  6. Tentu saat itu kamu sudah harus siap dengan materi rencana riset yang mau dikerjakan, karena itu akan jadi bahan pertimbangan sang dosen, apakah tema kamu cocok belajar di labnya.
  7. Setelah ada lampu hijau, jangan ragu untuk meminta beliau menuliskan LoA, bisa juga tawarkan kepada dosen tsb agar kita yang menuliskan draftnya dulu lalu beliau tinggal menandatanganinya.
  8. Jangan lupa terus kabari beliau, beasiswa apa yang kalian incar, dan bagaimana proses setelahnya.

Nah kasus saya, karena exchange ke OU, saya melompati no 2, saya mulai dari buka-buka website OU dan cari laboratorium di Teknik Arsitektur yang juga merupakan jurusan S1 saya di UGM. Dimudahkannya karena ada salah satu kakak kelas yang pernah kesana, saya dapat referensi prof dan diberikan emailnya oleh sang kakak kelas, barulah saya mulai proses PDKT hingga mendapat LoA. Proses semua nya sekitar 1 bulan lebih. Akhirnya form kami dikirim ke OU untuk seleksi lagi. 

Yang akan diterima program OUSSEP maksimal 3 orang, TAPI, katanya yang akan mendapat beasiswa hanya 1 orang saja. Beasiswanya ialah beasiswa JASSO untuk biaya hidup sebesar 80,000jpy (sekitar 8 juta) per bulan. Sedangkan kuliahnya sudah gratis, dan transportasi masing-masing. Yang berarti jika yang dapat beasiswa hanya 1 orang, 2 lainnya hanya akan ditanggung kuliah saja. Jika melihat saingan, saya kenal mereka semua karena satu kelas, mereka semua hebat. Pesimis dan Optimis, pasti. Tapi saya lebih keoptimis, saya inginnya sih semua diterima dgn beasiswa, kalaupun hanya 1, saya rasa saya bisa saja jadi 1 orang beruntung itu, harapan saya sangat tinggi. Nyatanya?

Tidak. Saya ingat betul, saya sedang di karaoke room dengan sahabat-sahabat baik saya, saya mendapat email yang sudah tersync dgn telepon genggam. Waktu itu lagu request saya dari Maroon 5, tapi mic di tangan saya nganggur karena saya sibuk baca email yang subjeknya sudah buat deg-degan, Pengumuman Aplikasi OUSSEP. Sumringah langsung saat saya membaca saya admitted sebagai special auditor di program OUSSEP-R(Research). Sampai-sampai saya berdiri, dan  mic terjatuh, para sahabatpun bingung. Saya bilang saya diterima, sembari scroll down terus membaca cepat isi email. Dan for the first time saya benar-benar merasakan yang namanya patah hati.

Karena ada kata kata : not admitted dan sorry, pada kolom hasil aplikasi beasiswa.

Satu orang yang lolos beasiswa ternyata teman saya, Bryan. Harapan saya yang melambung tinggi mengenai pengalaman akan student exchange 6 bulan, tuition fee gratis, di universitas ternama di Jepang lagi. Tapi bagaimana cara menjalaninya, kalau ngga ada sokongan biaya hidup?

Saya bingung. Tapi dukungan dari keluarga dan para sahabat, juga tekad saya untuk tetap berangkat yang sangat tinggi, membuat saya memutuskan untuk harus tetap pergi. Rejeki memang Allah yang mengatur, manusia tinggal berusaha dan menjemputnya, itu sangat terbukti. Sampai sebelum berangkat saya berusaha terus, kesana kemari mencari bantuan dana dari manapun, dibarengi dengan do'a. Ayah saya, bantuan dana terbesar saya sampai saat itu bilang, "Ya disana kan bisa part-time juga, ntar dihitung berapa kebutuhan, insyaAllah dicukupkan, sebelum berangkat masih ada waktu usaha terus cari bantuan disini, kalau memang dapat Alhamdulillah, kalaupun tidak ya nanti bisa cari bantuan saat di Jepang. Kalau memang mau berangkat, berangkatlah."

Orangtua saya juga motivasi besar saya untuk akhirnya menerbitkan belasan proposal dana sebagai salah satu upaya saya waktu itu. Waktu itu proposal pertama adalah untuk UGM, meminta bantuan dana setidaknya untuk tiket. Darisitu terbit ide, dengan bantuan banyak sahabat, salah satunya Wita dan Amel, akhirnya saya benar-benar membuat list perusahaan mana saja yang akan saya beri proposal. Untungnya pihak kampus, jurusan dan fakultas teknik memudahkan usaha saya untuk memberikan surat pengantar proposal-proposal tersebut, tentu dengan usaha sepadan sebelumnya.

Saya berkeliling Jakarta ditemani adik tercinta memasukan proposal tersebut, harus kena sasaran, oleh karena itu saya benar-benar datang ke perusahaan yang dituju dan memberikannya ke bag yang bersangkutan. Banyak cobaan, mulai dari cari alamat, capai jalan karena naik angkutan umum, dicuekin, menunggu, dan kepanasan. Tapi itu semua saya sikapi positif dengan niatan demi meringankan beban biaya orangtua. Selain itupula saya juga ngga putus berkomunikasi dengan dosen saya di Jepang mengenai masalah ini.

Singkatnya, sampai deadline pengumpulan keterangan ikut-tidaknya OUSSEP dengan notes biaya tanggungan hidup dari orangtua, saya masih sedih dan galau, karena tidak satupun proposal memberikan sinyal apapun. Tapi orangtua saya tetap, "Pergilah." Saya pun nekat akhirnya konfirmasi untuk mengikuti OUSSEP dengan biaya hidup sendiri.

Satu pelajaran lagi, ada yang bilang. "Kamu mungkin tidak tahu, dibalik kebahagiaanmu, kesuksesanmu, mungkin disaat itulah saat dimana do'a orangtua (ayah-ibu) mu sedang dihijabah (dijawab) oleh Allah".

Mungkin itu yang terjadi. Karena membebankan orangtua, sebenarnya Allah memberikan berkah dan rejekinya kepada orangtua saya, melalui saya :)

1 Syawal. Idul Fitri, 2013. Saya sudah tidak terbebankan pikiran sebulan yang lalu mengenai kegalauan jadi atau tidaknya berangkat. Karena setelah konfirmasi, saya harus pasti berangkat, jadi pikiran saya saat itu ialah persiapan sebaiknya untuk berangkat ke Jepang.

Tapi disaat tenang itulah, dihari kemenangan itulah, saya yang sudah tidak pantas lagi mendapatkan uang THR dari orang-orang malah mendapat THR yang besar. THR buat orangtua saya juga. OU-JASSO mengemail saya hari itu, saat berada di rumah Bude, memberikan pesan bahwa saya memiliki kesempatan mendapatkan beasiswa JASSO karena ada satu partisipan yang mengundurkan diri. Saya diminta mengkonfirmasi secepatnya untuk menerima atau tidak.

Hey, haruskan saya menolak? :)

Dan pelajaran terakhir, "Maka nikmat Allah yang mana lagikah yang engkau dustakan?" (Diulang 31x dalam Ar-Rahman, Maha Penyayang)

Akhirnya berangkatlah saya dan Bryan, teman yang memang dapat beasiswa JASSO, ke negeri sakura itu. Alhamdulillah cita-cita masa kecil saya sudah terwujud. Dan ngga lama berada di Jepang ternyata ada kabar juga dari proposal yang saya masukan ke Beasiswa Dikti melalui Kemenpora dan juga dari UGM, tapi saya tidak ambil keduanya. Memang saat kamu berusaha, pasti ada jalannya :) 

OUSSEP Fall 2013-2014

LABO5, Arsitektur OU , dimana saya menjalankan mini riset selama OUSSEP-R 

 Dan karena pengalaman OUSSEP itulah, muncul cita cita baru saya saat kembali di tanah air. Yaitu : sekolah S2 dengan beasiswa di Universitas ternama di luar negeri, Jepang salah satunya. Dan saya sekarang sedang mengusahakannya untuk terwujud, Bismillah.

Tuesday, May 19, 2015

Ayo Sekolah ke Jepang! INPEX Scholarship 2015 :D

Puji syukur, Alhamdulillah, akhir Januari 2015 kemarin, saya menjadi salah satu kandidat penerima beasiswa INPEX Scholarship 2015. Dan Maret 12, secara resmi saya adalah satu dari 3 penerima beasiswa tersebut. InsyaAllah untuk periode ini 3 orang penerimanya akan berangkat di buan September 2015. Dan disini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman saya mengikuti beasiswa ini. Karena diterima beasiswa ini, saya memutuskan untuk berhenti bekerja dari pekerjaan saya sebelumnya di salah satu perusahaan swasta setelah bekerja selama 6 bulan. Jadi saat ini saya bisa dibilang pengangguran yang sedang belajar bahasa (bahasa Jepang tentunya) dan punya banyak waktu luang untuk menulis lagi :D

Jadi, saya akan jelaskan terlebih dahulu, apa itu INPEX Scholarship? Ini adalah salah satu beasiswa untuk studi S2 atau master degree di negara tujuan khusus Jepang. Beasiswa ini di danai dari perusahaan INPEX. Nah, sebelumnya saya akan cerita singkat dulu apa itu INPEX Corporation. Karena ini sangat penting, pertanyaan yang buat saya pesimis diterima karena tidak bisa menjawab dengan tepat saat ditanya apa itu INPEX. INPEX ialah perusahaan yang bergerak di bidang oil and gas, di Indonesia INPEX dulunya bernama Indonesia Petroleum, Ltd. Di web resminya, http://www.inpex.co.jp/ juga saat wawancara disebutkan bahwa INPEX Corporation merupakan perusahaan penyedia minyak dan gas bumi terbesar di Jepang. Mungkin untuk orang Indonesia awamnya tidak mengetahui perusahaan ini, karena walaupun perannya sangat besar disini, namun INPEX tidak memiliki pom bensin di Indonesia, sehingga banyak yang tidak mengetahui mengenai perusahaan ini.

Nah, INPEX Scholarship merupakan salah satu program yang dikeluarkan INPEX corporation kepada pelajar Indonesia yang berminat meneruskan pendidikan S2 di Jepang di bidang Natural Science (IPA). Karena destinasinya hanya untuk pelajar dari Indonesia, kesempatannya jadi lebih besar bukan? :) 

Beasiswa ini diberikan untuk maksimum 3 orang setiap tahunnya. Beasiswa INPEX ini merupakan besiswa yang memberikan dana cukup besar dan lengkap jika dibandingkan dengan beasiswa Jepang lainnya.
Untuk penerima beasiswa ini, apa aja sih yang akan INPEX Scholarship cover? 
  1. Biaya pendidikan penuh, dari uang ujian masuk, pendaftaran, hingga spp tiap bulan hingga lulus. Mereka pun bertindak sebagai wali kita, sehingga urusan tuition feepun mereka yang mengurus :)
  2. Biaya hidup 160,000 JPY perbulan yang jika dikurs dirupiah sekitar 17 juta rupiah.
  3. Biaya perjalanan akademis sampai 100,000 JPY per tahun.
  4. Biaya saat sampai di Jepang, 60,000 JPY
  5. Tiket PP Jakarta-Tokyo
  6. Biaya les bahasa Jepang 6 bulan, belajar bahasa Jepang di Indonesia-pun akan direimburse.
Alhamdulillah dan InsyaAllah dengan itu semua bisa kok bertahan disana, menurut pengalaman saya dulu saat student exchange yang diberi 80,000 JPY per bulan. Dengan hemat cermat bisa survive dan masih dengan bawa pulang beberapa yen uang sisa dan sudah bisa jalan jalan dari utara ke selatan Jepang :D 
Untuk durasi beasiswa yang diberikan ialah 2 tahun 8 bulan maksimal, jadi jangan main-main kuliahnya, harus lulus ujian masuk, dan lulus kuliah tepat waktu! karena ngga tanggung-tanggung beasiswanya bisa diputus ditengah tengah kalau prestasi kita jelek saat kuliah (ini maksudnya bicara sama diri saya sendiri :')
Nah, untuk persayaratannya, bisa dibaca cepat di bawah ini:
  1. Usia kurang dari 30
  2. Sarjana dari bidang Natural Science (IPA) dari universitas bereputasi baik di Indonesia.
  3. Berminat untuk S2 di Jepang di bidang Natural Science.
  4. Sudah atau akan diterima di salah satu universitas di Jepang*
  5. IPK diatas 3.0
  6. Sehat jasmani dan rohani
  7. Berminat dengan hubungan persahabatan Indonesia-Jepang
  8. Diijinkan oleh universitas atau perusahaan jika masih terikat.
  9. Tidak menerima beasiswa sejenis.
Untuk persyaratan no 4 yang dibintangi, merupakan persyaratan yang kelihatannya aga sulit dan memang ini persyaratannya yang paling penting. Di kasus saya, saya sudah memiliki surat tidak resmi dari profesor tempat saya akan belajar nanti, yang disebut Letter of Acceptance. LoA ini hanya berisi persetujuan yang berisi bahwa sang profesor setuju untuk menerima saya belajar di laboratoriumnya, tentu saja jika saya bisa lulus seleksi. Karena Jepang memiliki sistem yang agak unik dari negara lainnya. Kalau di Indonesia mungkin akan ada seperti oprec untuk mahasiswa baru, ujian lalu masuk lab/kelas. Nah kalau di Jepang kita harus memilih lab nya terlebih dahulu, kita diterima disana, baru kita bisa mendaftar di Universitas dengan dibawa oleh sang profesor tersebut. Jadi, kalau memang berminat sekolah di Jepang dan ingin ikut beasiswa apapun, persetujuan dari profesor merupakan langkah awal yang bagusnya dipenuhi, Kalau sudah punya surat sakti ini lebih mudah diterima beasiswanya :)

[[Tips dan cerita saya mendapatkan LoA bisa dibaca di postingan berikut http://tikalarask.blogspot.com/2015/08/pengalaman-oussep-2013-beasiswa-jasso.html ]]

Di INPEX Scholarship inipun, katanya sih, 10 besar yang dipanggil wawancara setelah lolos berkas, pasti semuanya sudah memiliki LoA tersebut. Namun, jikalaupun belum punya, saran saya tetap mencoba mendaftar pun tidak masalah. Nah, kalau sudah memenuhi persyaratan, bisa mulai menyiapkan berkas yang harus dikirim untuk pendaftaran, yaitu sebagai berikut :
  1. Formulir pendaftaran
  2. 2 Foto terbaru 5 cm x 3.5 cm
  3. Transkrip
  4. Surat rekomendasi dari dosen/pimpinan universitas sebelumnya / kantor jika sudah bekerja.
  5. Ijazah Kelulusan
  6. CV
  7. Surat keterangan sehat
  8. LoA dari unv Jepang (Jika sudah punya)
  9. TOEFL/IELTS skor
  10. Sertifikat bahasa jepang (Jika punya)
Di dalam formulir pendaftaran, selain data diri, yang perlu disiapkan ialah 
  1. Study Plan, Field of Study and Study Program in Detail. Disini maksud yang saya tangkap ialah penjelasan mengenai program studi / jurusan dan rencana  detil studi yaitu mengenai tema riset yang akan dijalankan disana. Kalau saya, menjelaskan mengenai Arsitektur lalu penjelasan detil tema riset dan metode riset yang direncanakan.
  2. Plans after completing study in detail. Disini maksud yang saya tangkap ialah mengenai mimpi dan rencana apa yang kita punya, dan akan dipakai untuk apa ilmu dari studi S2nya.
Nah semua berkas dikirim ke alamat kantor INPEX di Jakarta, sebagai berikut:

INPEX Corporation, Jakarta Office 
 35th Floor TCC Batavia Tower One 
Jl. K.H Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta Pusat 10220, Indonesia

Dari pengumpulan berkas, seleksi berikutnya ialah 10 orang akan dipanggil wawancara, dan dari situ dipilih 3 orang. Nahiya, bicara soal seleksi, saya aga kaget, karena seleksi INPEX Scholarship ini bisa dikatakan sangat cepat, which is good, karena deg-degannya jadi gak kelamaan :D berikut timetablenya yang bisa diperhatikan untuk mendaftar selanjutnya ya :
  1. Agustus-November, Pengumuman Beasiswa
  2. November 15, Deadline pengumpulan berkas
  3. Januari awal, pengumuman seleksi berkas, 10 orang yang ternyata dihubungi lewat telpon oleh kantor INPEX Jakarta. Untungnya saya sedang dirumah saat itu karena ada acara kantor siang, jadi pagi hari masih dirumah, jadi Alhamdulillah langsung keangkat ^^ Seminggu kemudian wawancara.
  4. Januari 28, pengumuman seleksi wawancara, 3 besar calon penerima beasiswa.
  5. Sampai dengan Februari awal, konfirmasi dari penerima beasiswa.
  6. 12 Maret, pengumuman final penerima beasiswa.
  7. Juni, pendaftaran masuk universitas.
  8. Juli-Agustus, pengurusan dokumen visa.
  9. September, kedatangan di Jepang.
Untuk seleksi wawancaranya, saya waktu itu sendirian, hari senin pagi-pagi, jadi ga ketemu siapapun disana, haha semakin gak tenang. Buat wawancara, kunci utamanya dari saya ialah, "Percaya Diri". Walapun panik, salah ngomong, bingung harus jawab apa, jangan sampai ditunjukin ke pewawancara. Anggap aja pewawancara itu teman atau kenalan dan lagi ngobrol santai.
Waktu saya wawancara kemarin, oleh 2 orang dari INPEX Jakarta, suasananya sangat mendukung untuk santai, di dalam ruangan kecil di meja bundar duduk melingkar dan seperti ngobrol santai. Wawancara dalam bahasa inggris, tapi ada bagian mereka tanya mengenai kemampuan bahasa jepang dan saya yang walaupun pernah 6 bulan di Jepang, aga panik dan akhirnya ngga banyak bahasa jepang yang bisa saya keluarkan .___. sedih, karena tahu seharusnya saya bisa lebih dari itu, karena gada persiapan dan memang lupa sih bahasa jepang juga hehehe. Bahan wawancara dan pertanyaan penting yang masih saya ingat mungkin bisa jadi bahan latihan ialah :
  1. Mengapa pilih Jepang?
  2. Apa mampu tinggal disana dengan segala perbedaan?
  3. Cerita diri sendiri
  4. Rencana masa depan
  5. Apa ada ikatan? Kerja atau hubungan
  6. Kesan keluarga jika s2 di Jepang
  7. Apa itu INPEX?
  8. Perkenalan dalam bahasa jepang
  9. Rencana studi disana
Hmm, mungkin ini saja yang bisa saya share mengenai pengalaman mendaftar INPEX Scholarship 2015. Dan setelah ini masih ada beberapa tahap yang harus saya jalani seperti mendaftar ke universitas sampai ujian masuk universitas. Banyak yang bilang ujian masuk tersebut hanya formalitas bagi penerima beasiswa, tapi tetap aja gabisa santai dan ngga panik dengar kata ujian ^-^" Semoga sampai tiba di Jepang, ujian masuk, belajar disana, hingga lulus semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan, Aamiin.

Lebih lanjut mengenai info INPEX Scholarship bisa dilihat disini : http://www.inpex-s.com/

Pendaftaran INPEX SCHOLARSHIP 2021 sudah dibuka! --> http://www.inpex-s.com/announce-of-scholarship/

Ask me anything further via blog atau email tikalaras@gmail.com atau instagram @tikalarask
Selamat mencoba, Ayo Sekolah Ke Jepang! :)

---- UPDATE Sept 2020

Halo semua, kita mau mengadakan acara ngobrol santai nih, 


Yuk #ngobroldarirumah bersama para penerima beasiswa INPEX dari tahun 2014-2019 !


Minggu, 27 September 2020

pukul 14.00 WIB~selesai (16.00 JST)

@Zoom ID: 560 626 7039 

(https://zoom.us/j/5606267039)


Kita bakal ngobrolin semua tentang Beasiswa INPEX, mulai dari pengalaman mendaftar, kehidupan pelajar di Jepang dan segala suka duka lainnya. Dan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada seputar beasiswa INPEX !


Acara ini gratis dan terbuka untuk siapa saja yang berminat ngobrolin beasiswa INPEX bersama, jangan lupa mengisi pendaftaran dulu di bit.ly/NgobrolinINPEX


Sampai jumpa ya :)



nb:

Bagi yang belum tahu sama sekali mengenai beasiswa INPEX; yaitu beasiswa studi lanjut S2 khusus untuk WNI, bisa berkunjung ke web resmi beasiswa  INPEX: https://www.inpex-s.com 

Saat ini sedang pembukaan pendaftaran beasiswa INPEX 2021, hingga 31 Oktober 2020 !