Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Friday, July 8, 2016

Tapi Ada, Idul Fitri 1437 H.

Bukan tentang lontong-opor ayam kering tempe buatan simbah
Bukan tentang baju baru yg sengaja disiapkan untuk sholat Ied
Bukan tentang pulang kampung dengan berjam jam macet
Bukan tentang keliling rumah sanak saudara mengumpulkan angpau

Bukan tentang tradisi lainnya yg biasanya kita lakukan
hampir setiap tahun di hari besar spesial selepas Ramadhan ini.

Ya, kita perantau disini, jauh sekali dengan tentang tentang itu.
Jujur, kalau bisa dibuka hati saya, di lapisan paling dasar,
sepertinya akan terlihat menangis.
Tapi lapisan lapisan lainnya, Alhamdulillah masih terlihat baik-baik saja.

Tak hentinya saya bilang kepada Yuzy, sahabat Indonesia yg memang serumah dengan saya, saat jalan pulang malam hari kemarin, bahwa hari Idul Fitri ini seru sekali, bahagia sekali, Alhamdulillah. Dia pun mengiyakan karena merasakan hal yang sama. 

Memang terbilang bahwa ini adalah Idul Fitri saya pertama kalinya sendiri, jauh dari keluarga inti yang hampir setiap tahun pulang kampung ke Jawa Timur, plus ditambah saya berada di negeri minoritas islam.

Tapi boleh dibilang, ini adalah Idul Fitri saya pertama kalinya tanpa tidur siang seharian, tanpa fokus ke hp atau medsoc membalas berbagai pesan seharian, yang tandanya saya sedang sibuk dengan sesuatu. Ya karena saya memang sibuk menikmati keseruan bersilahturahim dengan sesama perantau disini.

Memang tidak ada alun alun, atau jalan raya, atau pelataran masjid besar yang disiapkan untuk solat hari raya. Namun masih ada komunitas muslim disini (OMA) yang menyiapkan hall besar untuk sholat raya di daerah dekat Masjid Ibaraki.

Memang tak ada opor ayam lontong buatan simbah, tapi ada berbagai makanan yang rasanya sudah mengobati rindu buatan para single yang dikumpulkan menjadi potluck indonesia. Opor ayam ada kok, buatan mama Nikko yang memang sedang mengunjunginya. Ada telur balado ati petenya Nindya, mi goreng, nasi kuning nya Mega, ase cabe makanan sundanya Adinda, dendeng enak banget buatan Mba Murni yang dibawa Anja, tahu brokoli Wisman, dan lainnya.

Tidak ada kumpul di ruang keluarga simbah, tapi ada unit apartment cukup 3LK rumah Pijar Wisman yang dijadikan tempat berkumpul.

Tidak ada rumah sanak saudara yang harus di sampiri, tapi ada rumah senior Handai, Mba Sasti yang sudah tinggal 12 tahun di Osaka dan mengundang kami para single belum berkeluarga untuk berkumpul disana. Jadilah setelah puas menikmati hidangan sendiri, ngobrol sampai main werewolf, pukul lima sore kita sudah rapih duduk mengisi ruang makan cantik rumah mba Sasti, sambil menyantap Bakso! Juga, kue kue lebaran yang diimpor langsung dari Indonesia. Pembicaraan kami pun santai namun cukup bermanfaat berilmu karena kami semua memang mahasiswa pada dasarnya. Membicarakan masalah lablife, kesehatan, tips trik menikah dan lainnya. Jauh jauh jauh dari malasnya jikalau berkunjung ke keluarga yang tidak terlalu dekat di Indonesia dan pembicaraannya hanya seputar tema "kelas berapa?" "oh kuliah, kapan lulus?" "kapan nikah?" "udah ada pacar?" "kerja dimana, gajinya besar?" Etc etc etc.

Masih banyak sih "tidak ada" lainnya, apalagi ditambah "tidak ada" yang di bulan Ramadhan. Namun, Alhamdulillah "tidak ada" itu masih bisa tertimpa dengan "tapi ada" :)


Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Suita, Osaka.
Syawal 1437 H.

Friday, August 28, 2015

Korean Triplet - Return of Superman!

Kira-kira 2 tahun lalu, saya pernah menulis tentang kecanduan reality show korea Appa Odiga. http://tikalarask.blogspot.com/2013/09/appa-odiga-dad-where-are-you-going.html

Nah, sekarang, bukan mau bilang saya kecanduan, cuma mau spread the words aja, dan juga sebagai reminder diri sendiri di masa depan tentang bagaimana terkenalnya dan lucunya anak-anak kecil dari Korea ini :3

Something wrong with you, if you don't think they'are cuties!



Ya, itu salah satu cuplikan dari variety show Anak-Ayah Korea Selatan ini, Return of Superman. Konsepnya hampir sama dengan Appa Odiga, tapi cukup berbeda juga. Di Return of Superman, 48 Jam si Ayah (public figure Korea Selatan) harus menjaga anak mereka yang umurnya masih relativ kecil, bahkan ada yang sejak baru berusia 1 tahun ikut acara ini. Ibu mereka dibiarkan pergi untuk beristirahat sejenak. Dan tanpa ada naskah atau plot cerita, syuting (yang biasanya diambil pada weekend) selama 48 jam mengenai kehidupan mereka dilakukan. Itu yang mungkin membuat banyaknya fans reality show ini dalam sekejap, karena hasilnya sangat natural, kalau seru ya seru ada juga sih saat agak bosan. Tergantung appanya ingin melakukan apa saat syuting, bisa liburan, mengunjungi saudara atau tugas dari sang istri atau hanya sekedar menghabiskan waktu dirumah.


Sudah hampir 2 tahun saya mengikuti reality show ini. Dari awal, pasangan Ayah-Anak yang mengikuti acara ini beberapa kali berganti. Nah, untuk review sedikit, ini adalah keluarga besar Return of Superman :)
  1. Choo Sung Hoon (MMA Fighter) - Choo Sa-rang (3)( 24 Oktober 2011) yang bergabung sejak episode 1-sekarang.
  2. Lee Hwi Jae (Komedian/Host) - National Twin: Lee Seo Eon (2) & Lee Seo Jun (2) (15 Maret 2013) yang juga bergabung sejak episode 1-sekarang.
  3. Song Il Gook (Aktor) - Triplet - Song Daehan, Song Minguk, Song Manse (3) (16 Maret 2012) yang bergabung dari episode 34-sekarang
  4. Uhm Tae Woong (Aktor) - Uhm Ji On (2) (18 Juni 2013) yang bergabung sejak ep 59 sampai sekarang.
  5. Dari beberapa former dan mungkin future member keluarga lainnya, dengan ex-member paling favorit adalah Keluarga Tablo (Rapper YG) - Lee Haru (2 Mei 2010)
Dan baru saja bertambah satu keluarga baru yang diperkenalkan di ep 88 dan akan muncul pertama kali minggu depan di episode 89, yaitu keluarga Lee Dong Gook (Football player) dengan 5 anaknya, 2 anak wanita kembar 2, dan 1 laki-laki.

Nah, kalau saya paling favorit dengan Keluarga Triplet yang baru bergabung di episode 34, yang akan menjadi topik utama postingan saya :]




Saya sih yang, jujur, adalah pecinta Korea Drama belum pernah nonton drama yang dibintangin sang appa nya triplet, tapi mukanya Song Il Gook itu udah sangat familiar buat saya, mungkin karena wajahnya yang gampang diingat (karena ganteng mungkin).

Buat saya, tanpa mengurangi kesukaan saya pada appa-anak lainnya, Song Il Gook adalah the true Superman. Dia berhasil menjaga anaknya, memberi makan anaknya dengan baik, bermain bersama anaknya, sampai mendidik sang triplet saat syuting berlangsung, dan sepertinya sih memang begitu juga kesehariannya, karena terlihat deh dari sikap para triplet. Walaupun mereka suka bermain, suka rewel, juga bertengkar, sang ayah bisa loh membuat mereka disiplin. Cara mengajarkan kedisiplinan yang penuh cinta yang terlihat di Return of Superman sampai membuat Song Il Gook dipuji sama banyak psikolog di Korea Selatan.

Ops, keasikan ngomongin si Appa, sampai lupa memperkenalkan Korean Triplet : Daehan, Minguk, Manse! Nama mereka ini juga yang membuatnya sangat cocok untuk menjadikan mereka Nasional Tripletnya Korea yaitu karena Daehan-Minguk itu artinya Republic of Korea (Hangul: 대한민국) dan saat orang Korea menyebutkan Daehan-Minguk, untuk cheer mereka menyebutkan Manse! (Hooray nya Korea). Jika disatukan, "Daehanminguk Manseartinya "Long live Korea". Nasional banget ya namanya, jadi membayangkan juga kalau ada triplet Indonesia, yang dinamakan, Indo, Nesia, dan Raya ;D (not so bad, eh?)


Dari awal sangat terlihat Song Il Gook appa itu sangat atletis, cinta olahraga apapun. Dan sepertinya area Songdo, Incheon, tempat mereka tinggal sangat cocok buatnya. Mau lari, sepeda, olahraga darat, air semuanya bisa dilakukan dengan mudah.


Salah satu bukti ke-Superman-an Song Il Gook appa yang berlari membawa torch untuk 2014 Incheon Asian Games dengan membawa Daehan Minguk Manse sekaligus o-o


Nah, masyarakat Songdo ngga kaget ngeliat pemandangan ini, karena mereka dari dulunya sangat terkenal karena kereta tripletnya.



Daehan-Minguk-Manse, the true entertainer! Mungkin karena mereka kembar non-identik, membuat muka mereka berbeda satu sama lain, walaupun memang kadang terlihat mirip, dan sifatnya pun beda-beda satu sama lain. Jadi ga bakal bosen, ibarat kalau kita lihat anak orang lucu ada satu, ini lucunya jadi 3x lipat hahaha :D 


Daehan, sang hyungnim (kakak laki-laki tertua) yang bertanggung jawab. Sering terlihat ia mengemong dua adiknya, memegang tangan dan mengkhawatirkan mereka. Daehan juga sering terlihat lebih dewasa. Daehan juga anaknya Il Kook yang terlihat paling respect, care padanya. Seperti membawakna tas ayahnya, dan paling ngga rewel, juga mandiri. Karena itu Daehan sering ayahnya percaya buat jaga adek. Dan Daehan paling cool, ngga sebanyak bicara Mingguk Manse. tapi Daehan kayanya yang paling agak lemah soal keadaan sekitar, gatau cuek atau memang ga paham. Seperti saat ke dokter untuk diimun dia ga nangis padahal minguk manse udah nangis, baru pas keluar jarum suntik, dia baru sadar dan langsung nangis, haha.


Minguk, si morning angel yang full of cuteness. Minguk paling sering melakukan aegyo (acting cute) dan memang paling cute, meski tubuhnya paling besar. Morning angel sebutannya karena paling sering bangun pertama, bahkan sebelum ayahnya. Minguk paling jago dalam hal seni seperti menyanyi menari (no days without singing and dancing, bahkan makan pun sambil joget) jago cerita juga (semua jago sih, sampai mereka sering mengarang cerita bersambung sendiri) dan lainnya. Dan semakin besar makin terlihat keinteligensian Minguk, yang lain pintar-pintar juga, tapi soal hapalan, dia jagonya. Apalagi soal dino, saya hanya hapal Tyranosaurus, tapi Minguk, 3 tahun, dan bisa hapal yang mana Stegosaurus, Mamenchisaurus, Triceratops, dll. Waktu ke dokterpun ia yang nangis pertama kali karena saking bagusnya ingatannya.


Manse, magnae (anak termuda) yang dari dulu terkenal akan sifatnya yang penuh freedom! Im free to do what I want!~ kata Mance. Dia bisa dibilang paling berandal, haha nggalah, tapi paling spontan dalam melakukan apapun. Paling berani sekaligus paling susah diatur. Kalau dia takut dan gasuka sesuatu ya dia akan langsung nangis, tapi saat suka sesuatu, contohnya yang berhubungan dengan mobil, setir, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya, tapi semakin dewasa semakin bisa dibilangin ko si manse. Tapi, ya manse penyayang sih, paling setia sama kakak-kakaknya, dan apalagi kalau ada noona (cewe yang lebih dewasa) hahaha blak-blakan banget sifatnya bahkan di depan cewe ;)

Mereka Triplet yang terkenal doyan makan. Ngga heran, banyak banget iklan mereka (rejeki mereka, rejeki ayah mereka) dan kebanyakan soal makanan/minuman, memang paling cocok deh, karena bikin nafsu makan kalau lihat mereka makan! ;D

Haha seru, menghabiskan waktu luang seminggu sekali, biasanya bersama kakak, adik bahkan ibu, menonton reality show ini. Dan ada rasa yang unik juga melihat mereka tumbuh, rasanya seperti orangtua atau saudara yang ikutserta dalam kembang tumbuh mereka, hehe.



Ngga akan bisa detil menceritakan kelucuan mereka deh, untuk menontonnya bisa coba beberapa website streaming seperti youtube, kengsub.com atau gooddrama.net dan cari Return of Superman, episode triplet dimulai sejak Ep 34 sampai sekarang. Ga perlu takut ketinggalan ceritanya, karena memang tidak ada alur ceritanya. Saya pun suka menonton acak kalau tidak sempat mengikuti episode terbaru :) Enjoy.

Wednesday, April 15, 2015

Maret - Kawah Putih & Situ Patenggang

Melarikan diri dari kesibukan dan kejenuhan di ibukota Jakarta, Bogor dan Bandung menjadi dua kota terfavorit untuk dituju. Salah satu alasannya karena lokasinya yg dekat dari Jakarta sehingga bisa menikmati liburan satu hari saja di kota tersebut. Nah, kemarin di satu hari weekend di sela kesibukan bekerja waktu masih menjadi konsultan riset di BCI Asia pernah mengunjungi Bogor untuk wisata kulineran seharian. Kali ini, setelah 6 bulan bekerja dan Alhamdulillah dapat beasiswa s2, saya memutuskan untuk putus kerja sebelum tandatangan kontrak baru dengan perusahaan. Waktu dari Maret-Agustus saya putuskan untuk menikmati dunia, liburan, dan yang utama belajar Bahasa Jepang.

Dan benar saja, waktunya sangat pas sekali dengan rencana kedatangan sahabat saya dari Belanda, Stef, ke Indonesia dan negara Asia lainnya dalam rangka liburan. Jadi, Jumat hari terakhir saya bekerja, dan selasanya 3 Maret, Stef sampai di Indonesia. Kami sudah merencanakan agar ia bisa tinggal di rumah saya selama ia di Indonesia. Di hari Kamis, saya berencana mengajak ia ke Bandung, tepatnya ke kawah putih dengan transportasi umum, namun untungnya kakak-kakak saya berminat ikut kami, begitupula adik saya yang masih sekolah sampai ia bolos sekolah. Ohya ditambah temannya kakak saya, jadilah, kami ber 6 naik mobil menuju lokasi wisata tersebut sejak pukul 7 pagi.

Mobil melaju berkomandokan GPS menuju Ciwideuy. Sampai disana, petunjuk arah sangat jelas menuju lokasi wisata Kawah Putih. Ohya, sebelumnya saat kami berencana naik umum, sangat memungkinkan sekali, walaupun butuh sekitar 2 jam dari kota Bandung menuju Kawah Putih, tapi memang ada angkutan umum atau angkot hingga lokasi wisata tersebut. Ok, dan sekitar pukul 11 kita sampai sana. 



Saat sampai di gate masuk awal, kita bisa memilih untuk memarkir mobil dibawah lalu membeli tiket plus tiket kendaraan umum sampai keatas lokasi kawah, atau menggunakan mobil pribadi hingga atas tapi harus membayar biaya parkir sekitar 200.000 per kendaraan sudah dengan tiket masuk untuk 6 orang. Jika kita ingin parkir di bawah gratis dan naik kendaraan dari lokasi, per orangnya akan dikenai biaya sekitar 30.000 rupiah. Ah ya karena saya bawa turis, harganyapun beda, itu dia salah satu hal yang saya agak risih dengan tempat wisata di Asean yang kebanyakan membedakan turis lokal dan internasional. Namun untuk kawah putih perbedaannya tidak terlalu jauh, karena untuk Stef sepertnya hanya 50.000. Tapi, kita pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan mobil pribadi sampai ke atas, karena harganya toh jatuhnya sama saja.

Perjalanan dari gate awal naik keatas sangat menyejukan mata dan paru-paru. Sebenarnya saat memasuki wilayah ciwideuy jalanan sudah berliku karena naik gunung dan pemandangan juga udaranya sudah sejuk, tapi saat mulai memasuki kawasan kawah putih, khususnya hutan disana sangat cantik.


Saat itu hari Kamis, tapi tetap saja kawasan wisata ini penuh dengan manusia, tp untungnya tidak seberapa, masih dalam hitungan wajar, sehingga kita bisa menikmati kawah putih dengan puas siang itu. Ah ya, sebelum naik ke kawah putih, ada penjajak masker yang bisa kita beli seharga 5000 per masker untuk menutupi bau belerang yang sangat menyengat. Tapi sebenarnya sih sama saja, kalau bisa diulang saya tidak akan jadi beli masker.





Selesai puas di Kawah Putih dan membeli strawberry yang memang kebunnya dimana-mana selama perjalanan, kita memutuskan untuk ke lokasi wisata berikutnya. Lokasi berikutnya memang katanya sudah paket dengan Kawah Putih, yaitu Situ Patenggang, karena lokasinya yang berdekatan. Nah, jalan ke situ patenggang lebih keatas lagi dari kawah putih, dan... sangat cantik! Sebenarnya sama sih seperti di Puncak, kebun teh dimana-mana. Tapi kami tidak bisa tahan hanya melihat dari jalan, jadi kita memarkirkan mobil di pinggir jalan, dan terjun ke kebun teh tersebut. Lagi-lagi, kali pertama bagi Stef berjalan-jalan di kebun teh. Sayangnya gerimis turun, sehingga kita tidak bisa berlama di kebun teh.



Tidak lama, mungkin hanya 20 menitan dari Kawah Putih, kita sampai di gate masuk Situ Patenggang. Dan kali ini, Stef bisa lolos dari harga tiket masuk yang berbeda karena 'ia tidak terlihat' hahaha dan untungnya ia tidak terlihat karena kali ini perbedaan harganya sangat jauh, sekitar 15 ribu untuk lokal dan 80 ribu untuk turis. 

Di Situ Patenggang, ada banyak sekali kios kios jualan makanan oleh oleh dan kerajinan. Atraksi utamanya kita bisa menaiki ntah perahu, ntah kano, ntah bebek gowes memutari situ (danau) menuju lokasi batu cinta, dan singgah di pulau kecil di tengah situ. Karena ber6 dan cuaca masih mendung-mendung, kita memutuskan naik perahu, satu orang dikenakan biaya 20.000 untuk naik perahu PP. Ternyata perahunya di dayung manual sama si aa', jadi harga segitu pantaslah. Dan, benar saja, di tengah perjalanan, hujan besar menerpa perahu kita. Untung saja di perahu ada tutupan platik kanan kiri, jadi kita free dari hujan. Tapi perjalanan di situ dengan perahu tambah hujan dan kabut, awesome!





Sampai di pulau batu cinta, kita menunggu hujan reda di satu kios (mungkin satu-satunya kios) karena pulau tersebut tidak dihuni manusia. Di kios kita duduk, tidur sebentar, makan mi rebus sampai hujan berhenti. Setelah hujan reda, biasanya ada pelangi, tp tidak ada hari itu, yang ada kita disuguhkan pemandangan luar biasa dr atas bukit di pulau tersebut. Waw.




Urusan makan malam, kita memutuskan untuk masuk ke pusat kota Bandung, menghubungi dua sahabat kuliah saya yang sedang kuliah lagi di ITB, Bunga dan Dewi, untuk menemani kami makan malam di tempat pilihan mereka di daerah Braga.


Hmm. Jadi bisa banget kalau belum pernah coba datang ke Kawah Putih dan Situ Patenggang, satu hari weekend, worth sekali dipakai untuk berkunjung kesana ;D

Thursday, January 15, 2015

2015.


Okay, again, maybe i have written this so many times, i'm such a bad blogger or writer that's why my last year post is only --- 2 posts --- TT-TT so sad. Moreover, for me 2014 is a year that fulfilled with valuable memories :') since 2009 my posts never less than 30, so, 2 posts are really too much, Tika!
Okay, then, I would like to say, Happy 2015! I wish 2015 will be a blessing year for all of us :)

Updating my life, now, i am a bachelor! Yeay! Had my graduation commemoration in November, and also, now, i am a worker! Yeay! Had my interview in July then started work in August until now at BCI Asia as junior research consultant.

My working life is just as usual as normal people, feeling tired, bored, are must be. Though so many people are enjoying their tiring job, but me, i can't fully enjoying mine. hehehe.
One thing i thought that is the biggest influence to my life since start working is I already produce money by my own. My own money.

But, the feeling like : I am independent now, no need pocket money anymore from parents, i can buy everything i want, are really something.

Proud, should be, because you already in a step higher. Sad, may be, if you can't control your money flow and you don't have any financial planning. Worry, will be, if you think of your future and you found you cant live just with that money cos you need more, or what happened if you are resigned then you are unemployment, suddenly no income, so you can't lower your status.

Whatever my stage now or later, just do my best, let the things flow and pray for everything the best!



picture collages from my 2 days graduation commemoration in Jogjakarta :) Happy 2015!


Wednesday, October 2, 2013

Japanese Parents | Osaka Host-family Program

Saya selalu berdoa pada Allah swt, sehingga dimanapun saya berada saya ingin selalu bertemu dengan org-org  yang baik, berteman dan berhubungan dengan org-org yang baik. Amin.

Karena program host family yang merupakan salah satu program yang ditawarkan Osaka University, saya mendapatkan keluarga baru, walaupun keluarganya kecil hanya ada ayah dan ibu, tapi alhamdulillah mereka org-org yang baik. Ayah jepang saya Okamoto Makio dan ibu jepang saya Okamoto Teru, mereka berumur 71 thn.

Saya dan Ayah jepang saya di depan ICHall Suita Campus, pertama kali bertemu sebelum pertemuan ofisial dr OHP hoho udah ketemu duluan didepan. Cr: Tao

Minggu kemarin, saat anak-anak dorm heboh memutuskan ikut grup jalan jalan ke pantai di Kobe atau hiking ke waterfall di Minoo, saya sudah ada janji dahulu dengan ayah saya. Ayah dan ibu jepang saya tidak bicara english, tapi full bahasa jepang. Makanya saya kadang kurang mengerti dan jadi salahpaham. Pokonya setelah dapat telpon dan email, terus minta bantuan teman dorm mengartikan, saya baru paham kalau saya akan dijemput ayah saya naik mobil hari minggu jam 1.

Saya yang memang tidak paham betul setiap kalimat yang ayah saya ucapkan, agak kaget ternyata yang hadir hari minggu itu hanya ayah saya, dan sepertinya ibu sedang bekerja. Ayah sudah pensiun, sedangkan ibu masih bekerja di salon, liburnya (kalau tidak salah) selasa dan kamis._.

Jadi hari minggu siang sampai sore kemarin saya jalan-jalan berdua dengan ayah jepang saya ke Banpaku Kinen Koein, sebuah landmark di Suita, saat saya tanya artinya, ayah saya jawab, tp sayangnya saya tidak ngerti._.

100_1737100_1739100_1740

Banpaku Kinen, symbol of Suita-shi.

Lalu saya membicarakan kalau ada flea market disana hari itu, tp ayah saya salah tangkap sehingga ia pikir saya ingin beli sesuatu disana. Yasudahlah, akhirnya saya jadi beli beberapa rok, lalu juga salahpaham masalah coat untuk winter, saya sudah punya 2 tapi ayah saya tetap mencarikan dan membelikan untuk saya. Ayah saya sangat menyenangkan, dia berlari kesana kemari memilihkan baju untuk saya :) dan dari belanja itu ia membelikan saya 3 rok dan 2 coat. Takusan (banyak).

100_1741100_1744

Japanese Flea Market. Yah mirip mirip sunmor garage sale an.

Lalu ayah saya mengajak saya ke National Museum of Ethnology yang masih berada di kawasan taman Banpaku Kinen. Ayah saya menyuruh saya foto disetiap negara yang berbeda, dan mengatakan saya juga sudah keliling dunia (lewat foto) haha karena hobi ayah dan ibu jepang saya pergi keluar negeri (3 kali setahun).

Beberapa gambar yang diambil ayah saya. Cr: Maki Okamoto.

Setelah itu kami berjalan jalan sore di taman traditional jepang yang berada masih di kawasan yang sama. Tamannya dibagi menjadi 4 tema, taman era modern dll yang saya juga kurang mengerti karena semuanya nihon go de (dengan bahasa jepang). Lalu ditengah perjalanan kami istirahat dan makan bekal yg disiapkan ayah saya. Ayah saya bawa ocha dan minuman energi untuk saya, juga coklat dan snack lainnya. Sedangkan saya tidak siapkan apa-apa.

100_1809100_1812100_1815100_1820100_1821100_1822100_1823100_1824100_1828100_1829

Japanese Garden, and we found a Sakura (Cherry Blossom) in Summer-Autumn season, so lucky! :))

Sepertinya selama perjalanan ayah saya menceritakan apa yang akan kita lakukan, tp saya kurang paham, maksudnya hari ini atau lain kali. Jam 4 kita pulang, yang saya pikir pulang ke rumah saya, eh ternyata kita menuju rumah orangtua jepang saya. Aaa, rumahnya lucu, pertama kali masuk ke rumah modern jepang. Dirumah, Ibu jepang saya sudah pulang dari kerja. Lalu sepertinya kita akan makan malam langsung. Saya lalu meminta izin untuk solat, apakah bisa menunggu sampai maghrib sekalian, alhamdulillah mereka mengerti dan mau menunggu untuk saya.

Lalu selesai saya maghriban saya mendengar mereka bisik2 di ruang laundry, ternyata mereka sedang menyiapkan baju untuk saya, sebenarnya baju bekas ibu saya yang sudah tidak muat lagi. Karena buru-buru acara pilih baju ditunda dulu, dan kita meluncur makan malam. Saya tahu kalau ini mau menuju kemana, sushi! tepatnya beruto kombea (conveyor belt) dimana kita bisa pilih sushi dari meja yang berjalan.

Akhirnya saya tahu kenapa mereka buru-buru mau pergi makan, begitu sampai disana, orang banyak sekali mengantri. Kitapun dapat antian 194 padahal saat itu baru 140an. Waah tapi karena saya memang bilang belum pernah makan sushi, mereka memutuskan untuk menunggu. Kita menunggu 1 jam lebih sebelum dapat tempat duduk di parkiran. Kita ngobrol macam-macam. Hahaha. Kata mereka tempat makan sushi ini sangat terkenal dan enak, ichiban (nomor1) di Jepang..

100_1839100_1841

100_1844100_1846100_1847

100_1866100_1867

Keluarga Okamoto biasa memiliki anak asuh asing, dan pernah juga anak asuhnya berasal dr Indonesia, ada juga yang Islam. Makanya keluarga ini tau tentang makanan halal. Oleh karena itu mereka memilih restauran sushi, karena sushi cuma ikan tok bahkan ga dimasak. Jadi insyaAllah tidak apa-apa.

Dan ini pertama kalinya makan sushi, hoho, (norak) karena saya ngga pernah menyangka saya akan memakan sesuatu yang benar benar mentah, tanpa dimasak. Tapi akhirnya makan juga kmrn, dan memang enaaaak! :Q

100_1849100_1851100_1852100_1854100_1855100_1856100_1860100_1862

Kita habis 22 piring bertiga. Huft, kenyang banget dan puas pokonya malam itu, Alhamdulillah. Makan Ikura (salmon egg) anago (eel) ika (squid) aji (horse mackerel) maguro (tuna) salmon, makimono (sushirolls) kappamaki (cucumber roll) sama negitoromaki (green onion roll)

Sehabis makan, kembali kerumah sebentar, Ibu menyiapkan baju dan juga sepatu yang akan diberikan kepada saya, ayah juga punya satu besar berisi omiyage (oleh-oleh) boneka kimono, ada map dan buku2 tg osaka, buku bahasa jepang, makanan dan snack, lalu ditambah buah2an, eskrim dan miso soup instan. Lalu ayah memandu saya berkeliling ke rumah mereka, di lantai satu ada ruang keluarga, kamar mandi dan kloset, laundry room. lantai 2 ada kamar utama, dapur, lantai 3 ada kamar tambahan, dan ruang santai ala jepang yang biasa buat party. Pintu pintu gesernya begitu dibuka ada ruang komputer, ada taman dan juga beranda. Nice. Ill take a lot of pics of their house later ;)

100_1871100_1873

saya diruang santai bertatami lantai 3, dan foto bersama ibu di ruang santai lantai 2.

100_1875100_1876100_1882100_1878100_1880

so many presents in one day for me!

Jam 9 baru diantar pulang lagi sama ayah ke dorm, dan juga dibawain 3 tas besar berisi oleh2 dan belanjaan sampai ke lobby, temen temen dorm aga shock ngeliatnya. hari itu walaupun aga susah komunikasi, tapi saya merasa nyaman dan nyambung aja. Alhamdulillah. Dan semoga selalu bertemu orang-orang yang baik kedepannya :)